Serojaku
Kini engkau menyebrangi sepi
Bergulat dengan kesunyian tanpa batas
Dilembah hatimu engkau termenung sendiri
Jiwamu terbelengu dalam semayam hati
Kelopak jiwamu ingkari kalbu
Mengapa kini engkau menutup mata
Menyembunyikan rasa dari ketulusan
Menyembunyikan rasa dari keikhlasan
Kini engkau berkelana menyelami kidung kalbu
Menghantarkan rintihan keheningan sanubari
Tak merelahkan tentang rasa ini
Palung hatimu ingin menampakan bulan
Kendati bulan itu jauh
Serojaku
Engkau berdiam diri dalam cakrawala
Merenungi warna jingga di ufuk senja
Tuk melepaskan rasa bukan fata morgana
Bersujud dan berlari dari ketulusan rasa
Diam seribu bahasa…
Berurai air mata tanpa kata dalam ruang dan waktu
Ketika hati hampa rasa berpaut lirih
Serojaku
Jangan biarkan alunan rasa pergi dari kegersangan jiwa
Dari jiwa
Karna jiwa bukan nestapa
(Dedi Vide, 2016)
Kini engkau menyebrangi sepi
Bergulat dengan kesunyian tanpa batas
Dilembah hatimu engkau termenung sendiri
Jiwamu terbelengu dalam semayam hati
Kelopak jiwamu ingkari kalbu
Mengapa kini engkau menutup mata
Menyembunyikan rasa dari ketulusan
Menyembunyikan rasa dari keikhlasan
Kini engkau berkelana menyelami kidung kalbu
Menghantarkan rintihan keheningan sanubari
Tak merelahkan tentang rasa ini
Palung hatimu ingin menampakan bulan
Kendati bulan itu jauh
Serojaku
Engkau berdiam diri dalam cakrawala
Merenungi warna jingga di ufuk senja
Tuk melepaskan rasa bukan fata morgana
Bersujud dan berlari dari ketulusan rasa
Diam seribu bahasa…
Berurai air mata tanpa kata dalam ruang dan waktu
Ketika hati hampa rasa berpaut lirih
Serojaku
Jangan biarkan alunan rasa pergi dari kegersangan jiwa
Dari jiwa
Karna jiwa bukan nestapa
(Dedi Vide, 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar