Selasa, 26 April 2016

Penantian (by: Okta Piliang)

cericit murai, punai di ranting pagi
mengepak sayap menjatuhkan embun
halimun usai angin mengantar ke ujung hutan
di dalamku, beranjak detak hingga ke hulu jantung
memompa diri
mencari kasihnya

cericit murai lagu yang tak usai
di dalamku, irama nadi sampai sanubari
memompa diri
mencari kasihnya

kepak punai nampak seadanya lakuku
meniti ranting hari
menderu di antara angin pergi dan kembali
nanti atau kini

di dalamku ialah pengertian dan penantian
kapan pulang kapan berpulang

(Payakumbuh, 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar