Dosa
Semenit,
sedetik, memberi rempah roti di redup malam
Setitik,
segaris, mengecap kanvas yang tak lagi kosong
Sejiwa,
sehati, menahan murka dunia penuh birahi
Sedarah,
sekejap, punah doa yang sudah tersumpal nista
Klebengan,
Yogya.
*Puisi dalam
buku Cinta 2 Rasa
Geliat malam
menanti subuh
Malam pekat
membabi buta
Menahan asa
di dada dalam dekap erat
Keliaran
malam
Lewat ritme
biasa yang tak menjadi biasa
Ditemani
kata, jiwa rasa, mimpi dan rasa syukur tak bertepi
melalui
sujud yang tertatih dan kian tertatih
...
*Kaki
langit* 05022014
*kamu, kamu
dan kamu!!!
Sebelum
berakhir, akan kuulang kisah dan ribuan kisah lalu
Malioboro,
steak waroeng, warteg pinggir jalan, angkringan
sego kucing,
bakso gejayan, lembah kampus
Sepanjang
jalan kaiurang, graha sabha pramana
Fiuhhh...
mengingatnya
saja begitu menyesakkan
Aku percaya
cinta ini telah membunuhku
...juga
membunuhmu
Saat hanami
dan puncak Gunung Fuji menjadi pilihanmu
tangisan
darah itu akhirnya luruh
*pada
langit, kisah ini kupasung
Sumowono,
01022014
Dosa
Oleh: Wahyu
Widyaningrum*
Semenit,
sedetik, memberi rempah roti di redup malam
Setitik,
segaris, mengecap kanvas yang tak lagi kosong
Sejiwa,
sehati, menahan murka dunia penuh birahi
Sedarah,
sekejap, punah doa yang sudah tersumpal nista
Klebengan,
Yogya.
*Puisi dalam
buku Cinta 2 Rasa
24 Maret
20014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar