Rabu, 16 April 2014

Bengkel Karya : Wahyu Widyaningrum

Dosa

Semenit, sedetik, memberi rempah roti di redup malam
Setitik, segaris, mengecap kanvas yang tak lagi kosong
Sejiwa, sehati, menahan murka dunia penuh birahi
Sedarah, sekejap, punah doa yang sudah tersumpal nista

Klebengan, Yogya.
*Puisi dalam buku Cinta 2 Rasa



Geliat malam menanti subuh

Malam pekat membabi buta
Menahan asa di dada dalam dekap erat
Keliaran malam
Lewat ritme biasa yang tak menjadi biasa
Ditemani kata, jiwa rasa, mimpi dan rasa syukur tak bertepi
melalui sujud yang tertatih dan kian tertatih
...

*Kaki langit* 05022014




*kamu, kamu dan kamu!!!

Sebelum berakhir, akan kuulang kisah dan ribuan kisah lalu
Malioboro, steak waroeng, warteg pinggir jalan, angkringan
sego kucing, bakso gejayan, lembah kampus
Sepanjang jalan kaiurang, graha sabha pramana
Fiuhhh...
mengingatnya saja begitu menyesakkan
Aku percaya cinta ini telah membunuhku
...juga membunuhmu
Saat hanami dan puncak Gunung Fuji menjadi pilihanmu
tangisan darah itu akhirnya luruh

*pada langit, kisah ini kupasung

Sumowono, 01022014


Dosa
Oleh: Wahyu Widyaningrum*

Semenit, sedetik, memberi rempah roti di redup malam
Setitik, segaris, mengecap kanvas yang tak lagi kosong
Sejiwa, sehati, menahan murka dunia penuh birahi
Sedarah, sekejap, punah doa yang sudah tersumpal nista

Klebengan, Yogya.

*Puisi dalam buku Cinta 2 Rasa
24 Maret 20014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar