Rabu, 16 April 2014

Bengkel Karya : Oma Neska

JANJI

Terselimut luluh seluruh
pada debu halus beledu
dalam kering, damai terhambus
betapa tak ada daya
renjana...
semua sirna ditelan pekat harap

Itu selimutmu
lembut menutup, erat mendekap
jemari sang kala,
tak berdaya merenggut benang kusut
yang di dalamnya
aku terajut.

Untaian syair bernadakan sedih,
menguap pada setangkup pelangi;
terisi lembaran janji
kendati tak pasti,
ingin ku buat jadi pasti
itu mimpi sianghari

Ku lumuri duri seputar diri
yang pada tiap ujungnya,
terpatri pelangi
biarkan mereka terjerat indah warna,
lalu duri duri beraksi
Mengeksekusi.

Juni2013





Sejiwa
(Kilan Winaya )

Teman...
kita sudah terlalu lama
berjalan,
dan
kufikir kau dan aku, telah sama- sama saling mengerti ;

kita bukanlah sejiwa...

Aku ( adalah Ia), yang tersimpan jauh di dalam dadamu
- di balik rusuk -
tersembunyi di sela- sela setiap detak jantungmu..

Aku adalah ia...
yang terhubung antara nadimu,
antara suara dan matamu..

Aku adalah ia..
yang terantuk saat kau selalu menyelinap pergi,
kala berfikir ( tanpa sadar )
bahwa aku tak pernah ada di sisimu.

Padahal...
akumu
adalah
milik
iamu

Mei2013




Aku dan Kamu - Kita -

Di belakang rumah tua itu,
kita bercumbu
“Wajahmu elok mirip adonan tahu” kataku
kau tertawa atau cemberut,
aku tak lihat
tapi kudengar suaramu seperti senandung perkutut
yang sakit gigi
“ Teimakasih kang” katamu
suaramu tak ikhlas - aku tahu
matahari sore diatas langit, turun malu malu
mengencerkan adonan tahu.

Aku dan kamu
bertatapan sebelah mata
ada sedikit air di pelupuk matamu
aku terharu
ternyata air aitu turun dari udara lembab
di langit langit rindumu- yang birumuda-

Matahari sudah pergi ke kolong langit
sedikit gelap menutupi hati kita
tapi dari lobang lobang kecil di tanah,
sinar matahari mengintip
kita berubah jadi polkadot
dan
aku menatap setan dibelakang layar

Tiba tiba bajuku bajumu tanggal
dan rembulan yang marah
menghancurkan adonan tahu

Aku dan kamu - kita -
jatuh ke jurang menganga
dibawahnya ada buaya
atau komodo?

Mataku gelap
gelap mata

5feb14




Beban

Di sudut gelap itu teronggok sehelai baju koko
pemiliknya telah pergi
meniti batangan batangan ayat
yang telah renta dimakan lafal

Dia
si pencari yang tak pernah menemu
di kopiah lapuknya, hanya terkumpul
penganan penganan pasar
yang dia beli dengan sejemput doa demi doa
dibalik kain sarungnya
huruf Arab berubah menjadi aksara Cina
dan
ulat ulat kecil berloncatan keluar mencari Lam dan Mim

Hari telah beranjak senja
tapi rekal tempatnya membaca Kitab
tak pernah jadi ukiran
malah rayapan
dan
pincang!

Dia pergi memikul beban doa,
yang tampak berisi tapi ternyata hampa
di pergelangan kakinya, bandul besi berukir ayat suci
memberati tiap langkahnya

Sementara,
otak kecilnya panas terpanggang
dan berubah merah membara
nyala...

Sujudnya habis terbakar

Hangus!

(Puasa hari ke14,23Juli2013)




Hilang

Dewi Arum Kedaton
mencari raganya di semak semak
seputih kapas mukanya
tercoreng ribuan noda

Gemetar sinar rembulan
berpendar menerpa patahan tulang
aduhai Dewi
hilang di pusaran waktu
tak satupun peramal
bisa menafsir

Pulanglah dalam damai
tak raga
tak jiwa
milikmu

4feb14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar