Rabu, 16 April 2014

Bengkel Karya : Asrining Nurfauzie

PERPISAHAN

Malam itu tepat 17 tahun umurku, saat aku lihat engkau melambai dari atas gerbong kereta. Air mataku menderas di bawah tatapan berpasang mata pada malam yang makin meranggas. Kau pergi teruskan langkah, menggapai cita yang kau punya

Duhai, ke mana perginya suka cita
jiwa remaja yang bergayut manja
kini berkalung lara

Duhai, sepi suara di tengah riuh cerita
manakala cinta mengembara di belah samudra
kidung jenaka tlah melupa

Cinta menggenggam air mata
rindu menggumam doa
perpisahan adalah derita

Asrining Nurfauzie

KH, 2014


PANGERAN NEGERI DONGENG

Memuja kata, membuka rasa
: akulah dewi cinta
Malam yang merupa pagi wewangian bunga
: kasihmu tak kan purna

Dirimu, fatamorgana di gersang kehidupan
melukis illusi pada detak kebahagiaan
Dirimu, pangeran di negeri impian
meramu dongeng dengan segala keindahan

Cerita mengalir inspirasi membulir
Bayang menawan tak henti hadir
Belenggu cintamu kuat menjerat
Pijakan kakiku tak lagi kuat

( Aku melayang di dimensi khayalan )

Asrining Nurfauzie
KH, 8214

Note
: pengganti katamu




CERITA TENTANG SEORANG WANITA BELIA

Aku menatapnya iba, wanita muda dengan bayi di gendongannya. Usianya belum lagi genap 19 tahun dan beban derita menghimpitnya. Pernikahannya baru seumur jagung, kala suami tercinta menghadap Yang Kuasa. Pernikahannya adalah pernikahan yang dipercepat untuk menutup aib yang terlanjur melekat.

Aku menatapnya iba, kala mata beningnya bersimbah air mata. Aku tahu semua kisah yang mengitarinya. Betapa gigih dia mencari nafkah, untuk bayinya dan untuk suami yang didiagnosa menderita kanker paru.

Aku menatapnya iba, kala wanita belia itu tenggelam dalam lafas doa. Terngiang ucap suaminya yang sarat dengan sesal.
" Sedari muda aku berkawan dengan ganja, minuman keras dan rokok yang tak kenal batas. Aku terlupa bila Tuhan tak suka "

Aku menatap wanita belia itu dengan iba, betapa kian terjal jalan yang akan dilaluinya tanpa kekasih pendampingnya.

Asrining Nurfauzie
KH, 5214



SEPASANG ANGIN

Sepasang angin, berlari kencang di satu musim
menyapu bukit tinggi meruncing
tinggalkan kata di sejuknya masa

Sepasang angin, menari salsa goyang lambarda
menyapa ramah sudut taman kota
mengajak dedaunan duet gembira

Sepasang angin riang bercerita
tentang perjalanan menebar cinta
mengetuk nurani jiwa bersahaja

Asrining Nurfauzie
KH, 1214



PERPISAHAN

Malam itu tepat 17 tahun umurku, saat aku lihat engkau melambai dari atas gerbong kereta. Air mataku menderas di bawah tatapan berpasang mata pada malam yang makin meranggas. Kau pergi teruskan langkah, menggapai cita yang kau punya
Duhai, ke mana perginya suka cita jiwa remaja yang bergayut manja kini berkalung lara
Duhai, sepi suara di tengah riuh cerita manakala cinta mengembara di belah samudra kidung jenaka tlah melupa
Cinta menggenggam air mata  rindu menggumam doa perpisahan adalah derita

Asrining Nurfauzie  KH, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar