PERPISAHAN
Malam itu
tepat 17 tahun umurku, saat aku lihat engkau melambai dari atas gerbong kereta.
Air mataku menderas di bawah tatapan berpasang mata pada malam yang makin
meranggas. Kau pergi teruskan langkah, menggapai cita yang kau punya
Duhai, ke
mana perginya suka cita
jiwa remaja
yang bergayut manja
kini
berkalung lara
Duhai, sepi
suara di tengah riuh cerita
manakala
cinta mengembara di belah samudra
kidung
jenaka tlah melupa
Cinta
menggenggam air mata
rindu
menggumam doa
perpisahan
adalah derita
Asrining
Nurfauzie
KH, 2014
PANGERAN
NEGERI DONGENG
Memuja kata,
membuka rasa
: akulah
dewi cinta
Malam yang
merupa pagi wewangian bunga
: kasihmu
tak kan purna
Dirimu,
fatamorgana di gersang kehidupan
melukis
illusi pada detak kebahagiaan
Dirimu,
pangeran di negeri impian
meramu
dongeng dengan segala keindahan
Cerita
mengalir inspirasi membulir
Bayang
menawan tak henti hadir
Belenggu cintamu
kuat menjerat
Pijakan
kakiku tak lagi kuat
( Aku
melayang di dimensi khayalan )
Asrining
Nurfauzie
KH, 8214
Note
: pengganti
katamu
CERITA
TENTANG SEORANG WANITA BELIA
Aku
menatapnya iba, wanita muda dengan bayi di gendongannya. Usianya belum lagi
genap 19 tahun dan beban derita menghimpitnya. Pernikahannya baru seumur
jagung, kala suami tercinta menghadap Yang Kuasa. Pernikahannya adalah
pernikahan yang dipercepat untuk menutup aib yang terlanjur melekat.
Aku
menatapnya iba, kala mata beningnya bersimbah air mata. Aku tahu semua kisah
yang mengitarinya. Betapa gigih dia mencari nafkah, untuk bayinya dan untuk
suami yang didiagnosa menderita kanker paru.
Aku
menatapnya iba, kala wanita belia itu tenggelam dalam lafas doa. Terngiang ucap
suaminya yang sarat dengan sesal.
"
Sedari muda aku berkawan dengan ganja, minuman keras dan rokok yang tak kenal
batas. Aku terlupa bila Tuhan tak suka "
Aku menatap
wanita belia itu dengan iba, betapa kian terjal jalan yang akan dilaluinya
tanpa kekasih pendampingnya.
Asrining
Nurfauzie
KH, 5214
SEPASANG
ANGIN
Sepasang
angin, berlari kencang di satu musim
menyapu
bukit tinggi meruncing
tinggalkan
kata di sejuknya masa
Sepasang angin,
menari salsa goyang lambarda
menyapa
ramah sudut taman kota
mengajak
dedaunan duet gembira
Sepasang
angin riang bercerita
tentang
perjalanan menebar cinta
mengetuk
nurani jiwa bersahaja
Asrining
Nurfauzie
KH, 1214
PERPISAHAN
Malam itu
tepat 17 tahun umurku, saat aku lihat engkau melambai dari atas gerbong kereta.
Air mataku menderas di bawah tatapan berpasang mata pada malam yang makin
meranggas. Kau pergi teruskan langkah, menggapai cita yang kau punya
Duhai, ke
mana perginya suka cita jiwa remaja yang bergayut manja kini berkalung lara
Duhai, sepi
suara di tengah riuh cerita manakala cinta mengembara di belah samudra kidung
jenaka tlah melupa
Cinta
menggenggam air mata rindu menggumam doa
perpisahan adalah derita
Asrining Nurfauzie KH, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar