Kemana lagi akan mencari, tanyamu
mata hujan telah rata, langkah telah nyatakan lelah
Namun untuk kembali kita enggan
mata hujan telah rata, langkah telah nyatakan lelah
Namun untuk kembali kita enggan
jarum jam telah melewati bosan, katamu
tapi kita masih asyik dengan semua omong kosong ini
dengan segala angin, kita larut berhanyut-hanyut
tapi kita masih asyik dengan semua omong kosong ini
dengan segala angin, kita larut berhanyut-hanyut
telah kita saksikan musim berganti,
kadang di depan mata kita, dedaun luruh tak kenal kenal warna
hijua kuning semuanya gugur, namun tentang apa yang dikhabarkan langit itu
kita masih acuh tak acuh
kadang di depan mata kita, dedaun luruh tak kenal kenal warna
hijua kuning semuanya gugur, namun tentang apa yang dikhabarkan langit itu
kita masih acuh tak acuh
dan betapa sering tanpa kita sadari
kita asyik menyobek kalender demi kalender
lalu tanpa sedikit sesal, kita lempar ke tong sampah
kita asyik menyobek kalender demi kalender
lalu tanpa sedikit sesal, kita lempar ke tong sampah
hingga tanpa kita duga, tibalah kalender terakhir kita
, tibalah saat meregang tegang
, tibalah saat meregang tegang
dan pasti setelah itu
kita akan tahu sepenuhnya
kemana seharusnya kita menuju
kita akan tahu sepenuhnya
kemana seharusnya kita menuju
setelah itu
kita tak perlu bertanya lagi
hanya perlu menjawab saja
kita tak perlu bertanya lagi
hanya perlu menjawab saja
siapkah kau diriku, Batam, 27.11.2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar