Laut malam minta selaras dengan langit
layar angin, bintang-bintang berlepasan-berpindahan
berkejaran, serupa bermukim di balik ombak-ombak
suara debur tenggelam dalam kelelapan langit maha tinggi
tetapi terdengar seperti dengkur di laut,
dan keterjagaan yang memandang kebersemayaman
karang-karang di rumah awannya, melayari ombak-ombak
melintasi pulau-pulau,
bintang-bintang berjatuhan dan berkedip di kedalaman laut
malam makin tenggelam, dalam kebermainan ikan-ikan
sisik-sisiknya bersentuhan dengan cahaya bintang
laut terdalam itu pun menyala biru.
Burung-burung malam mematuk ikan-ikan dan memindahkan
ke langit, mereka berenangan seperti bintang-bintang
atau bintang-bintang yang beralih seperti ikan-ikan.
Burung-burung malam mengawal keindahan ini,
yang datang dari tempat jauhnya di surga, para ababil
yang tak lagi mengirimkan batu dari neraka.
Pada malam yang didekatkan
pada malam ikan-ikan diperjalankan ke angkasa
pada malam bintang-bintang tercelup ke laut
pada peristiwa yang sedekat dengan kejadian ini
kejadian yang sekali terjadi. Ketika orang-orang
masih saja merasa bermimpi
pada ingatan mereka yang pendek
dan mengembalikan semua ini pada kebermulaan
padahal sekali keajaiban ini sungguh terjadi.
Mereka, sedikit dari mereka, tidak pada pengingkaran
tegak lurus-lurus,
menyaksikan semua ini, terjadi.
Pada ingatan semua ini, pada sebagian mereka yang lupa
maka sajak ini dituliskan.
(Jakarta, 6/10/2014 6:14:31 AM)
layar angin, bintang-bintang berlepasan-berpindahan
berkejaran, serupa bermukim di balik ombak-ombak
suara debur tenggelam dalam kelelapan langit maha tinggi
tetapi terdengar seperti dengkur di laut,
dan keterjagaan yang memandang kebersemayaman
karang-karang di rumah awannya, melayari ombak-ombak
melintasi pulau-pulau,
bintang-bintang berjatuhan dan berkedip di kedalaman laut
malam makin tenggelam, dalam kebermainan ikan-ikan
sisik-sisiknya bersentuhan dengan cahaya bintang
laut terdalam itu pun menyala biru.
Burung-burung malam mematuk ikan-ikan dan memindahkan
ke langit, mereka berenangan seperti bintang-bintang
atau bintang-bintang yang beralih seperti ikan-ikan.
Burung-burung malam mengawal keindahan ini,
yang datang dari tempat jauhnya di surga, para ababil
yang tak lagi mengirimkan batu dari neraka.
Pada malam yang didekatkan
pada malam ikan-ikan diperjalankan ke angkasa
pada malam bintang-bintang tercelup ke laut
pada peristiwa yang sedekat dengan kejadian ini
kejadian yang sekali terjadi. Ketika orang-orang
masih saja merasa bermimpi
pada ingatan mereka yang pendek
dan mengembalikan semua ini pada kebermulaan
padahal sekali keajaiban ini sungguh terjadi.
Mereka, sedikit dari mereka, tidak pada pengingkaran
tegak lurus-lurus,
menyaksikan semua ini, terjadi.
Pada ingatan semua ini, pada sebagian mereka yang lupa
maka sajak ini dituliskan.
(Jakarta, 6/10/2014 6:14:31 AM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar