Kamis, 21 Agustus 2014

Ilalang dan Kamboja Berkisah Kepada Angin (by : Dewi Nurhalizah)

kurentang tangan
kangkang kaki
tatapi diri
hanya
nafsu bergulung
taifun menghempas
bundas tak temu impas
sedang laut bertepian
gunung berlembah dan riam
sedalam jurang masih punya dasar
hanya anganingin zona tak bertuan
lamunan tanpa alamat
persawangan gelap

rentang tangan
rapatkan selangkang
kaki segaris lurus ubun
tatapi diri
adalah titik temu
dua garis berpotongan
kalbu, letak cinta itu
sempurnanya cahaya
habluminallah habluminannas
luas padang hakekat
ketika kaki berpijak kuat
cengkeram tanah persemayaman
dan sejauh rentang tangan kanankiri
sebentang hampar paparan kasih sayang
ubun memilar langit gerbang hakiki
pintu yang tak mengenal materi
gerbang cahaya kembali
satu dalam cahaya
Sang Izzati

di ujung perjalanan
ketika kedua tangan telah bersedekap
kaki dan kepala segaris dan sejajar tanah,
rebah
hanya ilalang dan kamboja
berkisah kepada angin
tanpa suara

(Malang, 062014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar