Dalam gegap-gempita gelap
Cahaya itu terus tumbuh
Melukat akar tertanam dalam-dalam
Semarak emas mengalir ke segala penjuru
Hingga menuju jemari dedaunan
Sekuncup demi sekuncup daun hitam
menjadi perak
Terus menyerap remang-remang
Pohon cahaya itu bersinar hingga batas semburat
Bernaung kunang-kunang mendulang warna
Cahaya kunang-kunang pula yang menumbuhkan pohon itu
Terus tumbuh, semakin gulita di ujung semburat
Ah, cahaya itu mulai bosan
Tak cukup remang-remang terserap
Tak cukup percikan kilat hinggap
Namun bila tirai-mirai tersibak, pohon cahaya akan hilang
(Lampung Timur, 22-27 Juli 2014)
Cahaya itu terus tumbuh
Melukat akar tertanam dalam-dalam
Semarak emas mengalir ke segala penjuru
Hingga menuju jemari dedaunan
Sekuncup demi sekuncup daun hitam
menjadi perak
Terus menyerap remang-remang
Pohon cahaya itu bersinar hingga batas semburat
Bernaung kunang-kunang mendulang warna
Cahaya kunang-kunang pula yang menumbuhkan pohon itu
Terus tumbuh, semakin gulita di ujung semburat
Ah, cahaya itu mulai bosan
Tak cukup remang-remang terserap
Tak cukup percikan kilat hinggap
Namun bila tirai-mirai tersibak, pohon cahaya akan hilang
(Lampung Timur, 22-27 Juli 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar