menggigil di tepian
bayang senja cakrawala
lengkung jingga remang di kaki langit
ketika asyik lengganglenggok pada pentas tari topeng
wangi dupa setanggi semribit dan damar meredup mobatmabit
drama mimik digelar
berulang kumainkan ekspresi semu
tentang hidup kelabu sesekali merah jambu
kukibas pelangi dekap erat kilau warna hitam
sandiwara di depan mata dan ceruk terdalam dada
melengking tanpa suara genggam senyap merayap diam-diam
getar tepi sore jelang malam
kesima rasa buatku terpelanting
dan layar pentas tiba waktu diturunkan
aku berpaling tak sempat tahu arah mata angin
hanya sesaat kulihat ekor senja antar warna kelam
sebelum bawaku hilang pada luasan sunyi yang dalam
(Probolinggo, 072014)
bayang senja cakrawala
lengkung jingga remang di kaki langit
ketika asyik lengganglenggok pada pentas tari topeng
wangi dupa setanggi semribit dan damar meredup mobatmabit
drama mimik digelar
berulang kumainkan ekspresi semu
tentang hidup kelabu sesekali merah jambu
kukibas pelangi dekap erat kilau warna hitam
sandiwara di depan mata dan ceruk terdalam dada
melengking tanpa suara genggam senyap merayap diam-diam
getar tepi sore jelang malam
kesima rasa buatku terpelanting
dan layar pentas tiba waktu diturunkan
aku berpaling tak sempat tahu arah mata angin
hanya sesaat kulihat ekor senja antar warna kelam
sebelum bawaku hilang pada luasan sunyi yang dalam
(Probolinggo, 072014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar