Rabu, 16 April 2014

Bengkel Karya : Bambang Irianto

KUCING OMPONG

Tak sangup mengejar
apatah lagi menggigit
atau sekedar menggaham
tikus yang asyik bermain catur
dengan pertaruhan milyar rupiah
kucing semakin dungu
tak sanggup bergerak
di sentrum ribuan vol listrik
yang sering mati mendadak
itu lutut kucing bergoyang
mengikuti irama nada mayor
pedendang lagu Aqil akal
kucing terkencing-kencing
melihat senjata laras panjang
di ujung tangkai palu yang pencong
siap ledakkan ruang mahkamah
kucing ompong
hanya bisa mengangguk patuh
saat komandan tikus kedipkan sebelah mata
sebagai sandi harus setuju
kasihan kucing yang kian pesong
yang menerima pepesan kosong
tikus yang pernah mengumbar omong
yang salah jari di potong, kucing yang ompong
jangankan menuntut tikus di potong
mulut di sumpal tak bisa omong
dasar..!!
ku
cing
garong
garong omong

koto tinggi,171013/07:20


NOVEMBER DI DESEMBER
buat " Y " di kota Puteri Hijau

harum aroma pagi dedaun ini kasih
adalah kenangan pinggang kerinci
ulas senyum mu saat kaki menapak
meruntuhkan degup jantung mudaku
disela dedaun teh, patok demi patok
bulan itu adalah desember
yang tak sebaitpun syair tertulis
ku tahu engkau akan berjalan
tinggalkan bait kenangan
dan tanda sayang ku padamu

kini semua pada november
kenangan ber ulas duka
disini kasih
pernah doa terucap, untuk kebersamaan kita
namun kini hanya impian tanpa segores kenyataan
tigpuluh kali november berganti
tak pernah ada hikmah tentang pisah mengundang resah
haruskah aku berjalan pasrah
sementara segalanya tlah kau bawa
tanpa sisa, selain selaput airmata
termasuk hati, yang kau lukai
pada malam engkau bersanding di bawah tirai
menyerahkan segala yang pernah kujaga dengan penuh ridha
nyeri,.....
degup serasa berhenti
pilu meremas hati
bila november menghampiri
desember datang melukai
hanya air mata rindu yang dapat melerai

koto tinggi 111113

Tidak ada komentar:

Posting Komentar