Selasa, 26 April 2016

Tsunami (by: Genkidama Hendi)

Semesta luka mengguncang nurani dunia
Alam murka
Tsunami mengusung keranda duka
Merumus tangis pilu, menyayat sumbu x dan y
Bilangan hati yang sekarat di ujung surga bencana
Bagai kiamat frekuensi pagi
berskala gempa yang dahsyat
"Siapa yang mensubtitusikan gemuruh ombak di dalam tidur manusia?
hancur dan binasa teorema mimpi-mimpi!"
Tsunami memporak-poranda Tanah Rencong
Volume gelombang laut tumpah ke permukaan bumi
Riak air memburu riuh kaki yang berlari selamatkan diri
Jiwa-jiwa tereliminasi terhempas ke angkasa
Terkubur dan tenggelam
Mayat-mayat berserakan di jalan,
di reruntuhan dan di selokan
Berselimut kafan berbaris di emperan toko
Mereka histeris kehilangan sanak saudara
Lingkaran kebersamaan menjadi linier kepedihan
Sepanjang kehidupan di hari-hari kelam
Di titik tenda-tenda pengungsian
Terangkum wabah penyakit di koordinat kelaparan
Didominasi dari jasad yang membusuk
Dan dikerumuni belatung
Bereaksi ribuan para pengungsi
Semua telah binasa tiada tersisa
Ketika jari Tuhan menyentuh dunia
Petik hikmah sadari grafik fungsi kekuasaanNya
Karena hidup hanya sekejap mata
Cikarang, 30-12-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar