Selasa, 26 April 2016

Perisai Hati (by: Alex Tanjung)

Setan gentayangan
pada wajah malam
mengetuk kuburan
ajak mayat dendam.
"Bangun! Mari mengurun!"
pesulap ramai riuh
menutup telinga pagi
menghipnotis ruh
provokasi geraman gigi.
"Bangkit! Mari menggigit!"
Tuhan konon yang terlipat
akhirnya setan terlindas tempat.
Tuhan dulu yang tersandra
akhirnya pesulap terbekap mantra.
"Dar!"
Bergelegar!
Gunung nun belum berdatar.
"Trang!"
Berdentang!
pedangpun jatuh terlentang.
: perisai sabar--hati terang.

Ciputat, 13052015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar